Kiat-Kiat Menyikapi Pergaulan Remaja Masa Kini

Kiat-Kiat Menyikapi Pergaulan Remaja Masa Kini Di Masyarakat dan Sekolah Menurut Ahli Agama, Kesehatan dan Psikologi

Logo Nurul Ihsan - Kiat-Kiat Menyikapi Pergaulan Remaja Masa KiniMenyoroti pergaulan remaja sekarang yang sudah diambang krisis ahklaq dan krisis moral. Dan kepedulian serta kasih sayang terhadap remaja, dimana mereka adalah pemegang tongkat estafet masa depan bangsa, SIT Nurika Rabu 30 Mei 2017,  bertempat di Aula SIT Nurika  mengadakan seminar pendidikan yang mengambil tema “KIAT-KIAT MENYIKAPI PERGAULAN REMAJA MASA KINI”.

Seminar pendidikan perihal pergaulan remaja dimotori oleh Osis SIT Nurika yang diketuai Ibu Lia Yulianti dan Sunardi, S.Pd (Wakil Kepala Sekolah Urusan Kesiswaan).

Dengan mengambil nara sumber dari bidang keagamaan Hj. Ummu Ghaida Mutmainah, bidang kesehatan Dr. Boyke Dian Nugraha, SpOG, MARS, dan bidang psikologi Dra. Hj. Elly Risman.

Permasalahan yang ada disoroti dari masing-masing bidang tersebut, dilanjutkan dengan pemecahan masalah (solusi). Diharapkan para remaja dapat memfilter segala sesuatu yang masuk dan yang diterima.

Masa remaja merupakan masa yang dinamis, penuh warna dan gejolak. Masa di mana kita berani mencoba banyak hal, katanya, demi menemukan jati diri. Tapi, apa yang terjadi pada remaja kita? Banyak diantara mereka tidak menyadari bahwa yang tampaknya dari luar menyenangkan terkadang justru dapat menjerumuskan.

Cinta dan seks merupakan salah satu problem terbesar dari remaja dimanapun. Kehamilan tidak di inginkan, aborsi, putus sekolah, pernikahan usia muda, perceraian, penyakit kelamin, penyalahgunaan obat, adalah akibat dari sebuah pilihan yang salah. Ke arah mana remaja tersebut bergerak, baik positif atau negatif, besar dipengaruhi oleh lingkungan sekitar. Salah satu faktor dominan dalam lingkungan itu tidak lain ialah ibu (orang tua). Dengan kata lain, peranan orang tua sangat potensial dalam pengembangan kualitas kepribadian remaja.

Dr. Boyke Dian Nugraha, SpOG, MARS: Komunikasi Efektif Kunci Sukses Pendidikan Seks Remaja

Kiat-kiat menyikapi pergaulan remaja masa kini melalui pendidikan seks tergantung pada sejauh mana orang tua bersikap terbuka dan mampu menjalin komunikasi efektif

Menurut Dr. Boyke, “orang tua hendaknya mampu membangun komunikasi kepada anak remaja mereka”. Oleh karena itu, diharapkan keluarga dapat menciptakan suasana yang kondusif bagi pengembangan diri remaja, tanpa harus membuat remaja tersebut menjadi manja dan tidak mandiri. Namun secara kreatif, menerapkan cara didik.

Remaja Islam - Kiat-Kiat Menyikapi Pergaulan Remaja Masa Kini Di Masyarakat dan Sekolah Menurut Ahli Agama, Kesehatan dan PsikologiBijaksana berarti orang tua mampu mengolaborasikan nilai-nilai pendidikan modern dengan yang lama, tanpa harus kehilangan pegangan makna religius. Semua itu hendaknya diterapkan secara harmonis dan fleksibel dalam mendidik putra-putrinya, terutama yang sedang menginjak tahap remaja.

Banyak orang tua yang masih merasa rikuh dan tidak mengerti, bagaimana caranya mulai bicara mengenai masalah Seks kepada anaknya. Diantara mereka, banyak yang beranggapan membicarakan seks adalah sesuatu yang kotor, tidak pantas dan dianggap tabu. Padahal sebenarnya anggapan itu keliru, bahkan itu akan menghambat proses pengajaran pendidikan seks itu sendiri dalam upaya memberikan informasi yang benar dan dapat menangkal informasi yang tidak sesuai dengan budaya bangsa kita.

Keberhasilan pendidikan seks tergantung pada sejauh mana orang tua bersikap terbuka dan mampu menjalin komunikasi efektif. Bagaimana orang tua mampu menciptakan suasana lingkungan yang sedemikian rupa sehingga remaja berani menanyakan apa saja tanpa rasa takut atau dipermalukan.

Oleh karena itu, komunikasi seksual orang tua terhadap anak remaja sangat penting untuk diperhatikan agar anak remaja kita tidak terjerumus dalam pergaulan yang tidak diinginkan.

Mendidik Pergaulan Yang Sehat Antar Remaja

Adalah sesuatu hal yang mustahil melarang remaja melakukan interaksi. Tapi penting untuk memberikan rambu-rambu dalam rangka membangun “Pergaulan Yang Sehat”. 

Interaksi tidak hanya dilakukan dengan sesama jenis tapi juga lawan jenis. Interaksi lebih lanjut diwujudkan dengan berpacaran, ini dinilai wajar dan baik bagi pengembangan aspek kematangan emosional remaja selama masih dalam batas yang wajar.

Fase pengenalan pribadi jangan di salah gunakan menjadi pelampiasan hawa nafsu dari masing-masing pasangan. Ungkapan kasih sayang tidak seharusnya diwujudkan dalam bentuk aktivitas fisik. Saling memberi perhatian, merancang cita-cita dan membuka diri terhadap kekurangan masing-masing merupakan bagian penting dalam masa pacaran.

Aktivitas  fisik seperti menyentuh, berpelukan ataupun ciuman bukanlah hal penting. Justru aktivitas tersebut bila kebablasan akan mengotori makna pacaran itu sendiri.

“No Seks”, katakan tidak bila pasangan menghendaki aktivitas itu sebagai bukti cinta, yang paling rugi adalah pihak perempuan. Lebih lanjut boyke memaparkan, bahwa aborsi banyak di pilih sebagai jalan keluar. Tanpa di sadari efek sampingnya. Wanita yang pernah melakukan aborsi beresiko kematian, terkena kanker (kanker payudara, leher rahim, indung telur, hati), kerusakan leher rahim, juga kemandulan tidak bisa memiliki anak di kemudian hari.

Belum lagi resiko gangguan psikologis yang ditimbulkan. Biasanya wanita akan dihantui perasaan bersalah yang tidak akan hilang selama bertahun-tahun. Karena itu penting menyampaikan pendidikan seks yang benar, disesuaikan dengan kondisi masyarakat . Sehingga dapat meningkatkan kemampuan intelektualitas seseorang.

Dra. Hj. Elly Risman: Psikologi Remaja Dipengaruhi Oleh Media Informasi

Kiat-kiat menyikapi pergaulan remaja masa kini dipengaruhi oleh pelaku media yang dalam menyampaikan berita harus berpegang teguh pada kode etik jurnalistik,  dan bertanggungjawab membawa nilai-nilai budaya bangsa yang sesuai dengan kaidah agama atau norma yang ada, juga mengandung unsur pendidikan.

Dra. Hj. Elly Risman (Psikolog), mengungkapkan masalah remaja saat ini tak lepas dari peran media dalam membentuk karakter. Sinetron atau film yang beredar sering kali menceritakan kehidupan anak sekolah. Pelakonnya pun masih belia tapi gaya hidup yang dianut jauh dari yang seharusnya.

Sebagian di antara kita mungkin tak sepenuhnya sadar bahwa media punya kekuatan besar untuk mengatur pola hidup. Dari hasil penelitian, televisi mampu merebut 94% saluran masuknya pesan-pesan atau informasi ke dalam jiwa manusia lewat mata dan telinga. Dalam sekali tayang, televisi mampu membuat orang umumnya mengingat 50% dari apa yang mereka lihat dan dengar dan akan meningkat 85% setelah kita menonton lebih dari tiga jam.

Lihat saja, film virgin!. Itu merupakan salah satu gambaran riil  keadaan remaja saat ini. Ketika ada remaja yang rela menjual kehormatannya karena tergiur untuk bisa berpenampilan mewah, membawa HP keluaran terbaru kemanapun pergi termasuk sekolah, sampai mengikuti  trend pakaian, supaya tidak dikatakan ketinggalan jaman terlebih lagi bila dinyatakan ‘gak gaul’.

Film itu menggambarkan bagaimana remaja berpenampilan. Meski hanya film, namun diakui 60% ada dalam kenyataan. Misalnya gaya pacaran yang serbahot, Virginitas menjadi barang yang murah. Seks bukan lagi sesuatu yang sakral, dengan rangkaian cinta dan kesucian atas nama Tuhan, namun sudah diumbar di sembarang tempat.

“Hal ini sangat mengkhawatirkan. Sebab, nasib generasi muda akan semakin hancur, dan ini tidak boleh dibiarkan,” jelas Elly Risman. Pelaku media dalam menyampaikan berita harus berpegang teguh pada kode etik jurnalistik,  dan bertanggungjawab membawa nilai-nilai budaya bangsa yang sesuai dengan kaidah agama atau norma yang ada, juga mengandung unsur pendidikan.

Hj. Ummu Ghaida Mutmainah: Iman dan Taqwa Menjadi Benteng Interaksi

Kiat-kiat menyikapi pergaulan remaja masa kini melalui pendidikan agama yang harus diberikan kepada anak sedini mungkin. Agama akan menjadi self control bagi remaja dalam melakukan suatu perbuatan.

Pemuda Islam - Kiat-Kiat Menyikapi Pergaulan Remaja Masa Kini Di Masyarakat dan Sekolah Menurut Ahli Agama, Kesehatan dan PsikologiSementara itu, Hj. Ummu Ghaida Mutmainah memandang bahwa masalah yang terjadi hendaknya di sikapi dengan tenang dan lapang dada. Begitupun bila kita atau orang lain melakukan kesalahan, ketenangan Insya Allah tidak menutup logika dalam berfikir. Sehingga kita dapat menyadari kesalahan itu dan mau memperbaiki diri.

Kemarahan tidak akan merubah keadaan dan tidak efektif. Amarah yang meluap hanya akan mendorong jiwa seseorang berperilaku tidak baik. Iman dan taqwa menjadi benteng yang penting dalam berinteraksi. Karenanya pendidikan agama harus diberikan kepada anak sedini mungkin. Karena Agama akan menjadi self control bagi remaja dalam melakukan suatu perbuatan.

Kesimpulan:

Kiat-Kiat Menyikapi Pergaulan Remaja Masa Kini Di Masyarakat dan Sekolah Menurut Ahli Agama, Kesehatan dan Psikologi dibawah ini dirangkum dari berbagai kajian, diantaranya: 15 Cara Menghindari Pergaulan Bebas pada Remaja, 10 Cara Menghindari Pergaulan Bebas, 11 Tips Terhindar Dari Pergaulan Bebas.

  1. Menguatkan iman dan taqwa melalui penguatan pendidikan agama dan karakter.
  2. Hindari lingkungan pergaulan yang buruk dan tidak kondusif sehingga remaja memiliki rasa setia kawan, bertingkahlaku yang baik. Dengan pintar memilih teman dan membatasi pergaulan maka remaja akan memiliki karakter yang positif.
  3. Batasi waktu keluar rumah untuk mempererat hubungan orangtua dan anak. Menjaga hubungan baik antara anak dengan orangtua dengan terus menerus memperbaiki kualitas komunikasi dalam keluarga.
  4. Memberikan pendidikan seks pada anak dan remaja melalui pengetahuan dasar tentang wilayah dan cara menjaga aurat.
  5. Lindungi dan hindarkan remaja membaca/ menonton film berbau pergaulan bebas, vulgar maupun seks.
  6. Hindari pembicaraan yang mengarah eksploitasi seksual, remaja harus dididik menerima diri sendiri/ percaya diri dan mampu menetapkan tujuan hidup masa depannya.
  7. Membatasi waktu keluar rumah untuk kegiatan yang tidak memberikan dampak baik.
  8. Mengisi waktu dengan kegiatan yang positif, bermanfaat dan membawa kebaikan.
  9. Larangan pacaran dimasa remaja dengan memberikan pemahaman bahwa laki-laki dan perempuan memiliki batasan-batasan tertentu dalam pergaulan.
  10. Menstabilkan emosi remaja sehingga tertanamkan sikap positif dalam menyikapi fenomena yang terjadi disekitar.
  11. Memperluas Pengetahuan melalui peran sekolah dalam pengajaran dan pendidikan serta peran pemerintah dalam publikasi dan sosialisasi kebaikan-kebaikan bagi remaja.
  12. Menjaga tingkah laku, taat kepada hukum dan jangan coba-coba.

Yayasan Pendidikan Nurul Islam adalah salahsatu pusat terapi dan rehabilitasi bagi remaja, pelajar dan yang mengalami kecenderungan salah dalam pergaulan dilingkungan sekolah dan masyarakat.

Untuk membantu orangtua dalam melakukan pendidikan dan pembenahan intensif, Bengkel Hati Nurul Ihsan bersedia memberikan bantuan konseling dan terapi bagi anak dan remaja.

Informasi lebih lanjut, hubungi:

Bengkel Hati Nurul Ihsan
Jalan Raya Pulogebang No.99 Jakarta Timur Kodepos 13950

Phone: (021) 4803414

Email: bengkelhatinurulihsan@gmail.com/ bengkelhati7@gmail.com

Website: http://bengkelhati.nurulihsan.com

Tinggalkan Balasan