Walikota Bogor Canangkan Pembangunan Lantai Dua Masjid Nurul Ihsan Perumahan Griya Melati

In CategoryBerita, Featured
Byadmin



Sebagai realisasi dari visi dan misi yang telah ditetapkan sebelumnya, Pengurus DKM Nurul Ihsan, dan warga Perumahan Griya Melati umumnya, insyaallah telah membulatkan tekad untuk melakukan pembangunan lantai dua Masjid Nurul Ihsan. Seremonial pencanangan pembangunan lantai dua Masjid Nurul Ihsan itu dilaksanakan dalam kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang diselenggarakan Pengurus DKM Nurul Ihsan, pada 27 Februari 2010 lalu. Dalam kesempatan itu hadir Walikota Bogor, Diani Budiarto, yang membubuhkan tanda tangan pada spanduk yang telah disediakan sebagai simbolisasi dari rencana pembangunan tersebut. Hadir juga dalam acara itu Kepala Dinas Cipta Karya dan Kebersihan Kota Bogor, Lurah Bubulak, Ketua RW 13 TBL Sony, para ulama dan tokoh masyarakat lainnya. Dalam sambutannya, Diani mengapresiasi upaya yang dilakukan Pengurus DKM Nurul Ihsan untuk melaksanakan pengembangan masjid tersebut. Sebab, lanjut Diani, pada dasarnya DKM ini memiliki tiga fungsi, yakni memelihara masjid, memakmurkan masjid, dan mengembangkan potensi umat. Dijelaskan Diani, memelihara masjid bisa diartikan dengan menjaga kebersihan, keindahan dan kesucian masjid. Adapun yang dimaksud memakmurkan masjid adalah dengan melatih sholat berjamaah, majelismajelis ilmu atau kegiatan yang bermanfaat lainnya di masjid. Sedangkan mengembangkan potensi umat salah satunya dengan menggalang ZIS (Zakat, Infaq, dan Shodaqoh) dan mengelola dengan bank. “ZIS tidak harus dikelola oleh BAZDA (Badan Amil Zakat Daerah), tapi bisa dikelola sendiri oleh DKM. Hasil pengelolaannya, yaitu jumlah yang terkumpul dan pemanfaatannya, dilaporkan ke BAZDA Kota Bogor,” jelas Diani. Read more…

Pembangunan Lantai Dua Masjid Nurul Ihsan

In CategoryBerita, Featured
Byadmin

Ustadz Hariri Akan Berikan Taushiyah Pada Peringatan Maulid

In CategoryBerita, Featured
Byadmin

Ustadz Hariri Akan Berikan Taushiyah Pada Peringatan Maulid

Nabi Muhammad SAW di Perumahan Griya Melati, Bogor

Ustadz Hariri Akan Berikan Taushiyah Pada Peringatan MaulidNabi Muhammad SAW di Perumahan Griya Melati, Bogor

Insya Allah 27 Februari 2010, warga Perumahan Griya Melati khususnya, dan warga di sekitarnya, berkesempatan bisa melihat dan mendengarkan taushiyah langsung dari da’i kondang Bapak Ustadz Hariri. Kehadiran ustadz Hariri tersebut

bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh pengurus DKM Nurul Ihsan Perumahan Griya Melati RW13. Insyaallah, siraman rohani dari ustadz Hariri akan dilaksanakan pada jam 15.00 WIB di depan Masjid Nurul Ihsan. Dalam kesempatan ini Ustadz Hariri akan menyampaikan taushiyah menyangkut Maulid Nabi dan berinteraksi seputar agama Islam. Tentunya, seperti biasa taushiyah yang akan disampaikan Ustadz Hariri nanti akan dibawakan dengan gaya santai dan dialek anak muda yang gaul dan fungky. Kata “coy” yang sering dikemukakan dalam setiap kesempatan da’wahnya seolah menjadi trade mark Ustadz Hariri.

Siapa Ustadz Hariri? Pria kelahiran Cigondewah, Bandung, 12 Januari 1985 (20 Rabi’ul akhir 1405 H), ini memiliki nama Mohammad Hariri Abdul Aziz. Sepintas, penampilan Ustadz Hariri ini memang rada nyentrik. Rambutnya gondrong, berpakaian serba hitam, gemar memakai gelang di tangannya, bersepatu jenggel. Bahkan, ia mengecat rambutnya dengan warna merah. Tak heran, Hariri pun mendapat julukan “da’i rocker”. Tentu saja, lulusan Jurusan Tasawuf Psikoterapi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Bandung, ini punya alasan dengan penampilan nyentriknya. Misal, ia mengikuti sunnah Rasulullah yang memelihara rambut hingga bawah telinga. Bahkan sahabat Nabi, Ali bin Abi Thalib juga memanjangkan rambut yang panjangnya melebihi Rasul. Sedangkan busana hitam yang selalu dikenakannya terinspirasi dari Khalid bin Walid. Lebih dari itu, bagi Hariri penampilan modis tersebut semata-mata ia

jadikan ”pintu masuk” untuk mencapai khalayak sasaran dakwahnya. Bersama Jeffry Al-Buchori—ustadz yang disuka remaja lantaran bahasa gaulnya—Hariri kerap terjun untuk ”menggarap” para preman. Nama Hariri mulai meroket di kancah ”perustadan” nasional, ketika ia lolos babak 20 besar lomba Dai Televisi Pendidikan Indonesia (TPI), sebuah kontes pencarian daidai muda berbakat. Penampilannya yang nyentrik membuat Hariri disukai penonton.

Dalam beberapa episode eliminasi, namanya selalu unggul, sebelum akhirnya benarbenar terpilih sebagai pemenang.

Yuk, kita dengerin wejangan dan celotehan dari da’i yang gaul banget itu, coy!