Masih ingat taushiyah Ustadz Hariri saat perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Ihsan pada Februari lalu? Dalam salah satu taushiyahnya Ustadz Hariri menyebutkan bahwa orang kaya tidak boleh pelit dalam menafkahkan hartanya. Dan jangan menunggu jadi kaya dulu baru mau bershadaqah. Artinya, Ustadz Hariri ingin menekankan berapapun harta yang dimiliki, kita harus bershadaqah secara optimal. Dan kalau kita banyak harta maka harus banyak pula shadaqahnya. Memang, bershadaqah dan berinfaq telah diperintahkan oleh Allah SWT seperti firmannya: “Hai orang-orang yang beriman. Nafkahkanlah sebagian rezeki yang telah Kami berikan kepadamu, sebelum datang hari di mana tidak ada lagi jual beli, tak ada lagi persahabatan yang akrab dan tidak ada lagi syafa’at. Dan orang-orang kafir itulah golongan orang-orang yang dzalim”. (QS Al-Baqarah 254)
Sesuai rencana yang telah dicanangkan para pengurus DKM Nurul Ihsan dan didukung sepenuhnya oleh warga Perumahan Griya Melati, maka pembangunan lantai dua Masjid Nurul Ihsan pun mulai
dilakukan. Seremoni awal pemugaran masjid dilakukan oleh Ketua RW 13 TBL Sony dan Ketua DKM Dede Suryadi, pada 2 April lalu. Tak hanya itu. Sebagai wujud kebersamaan, semua warga pun
turut bergotong royong melakukan pengecoran. Rencananya, kegiatan gotong royong warga untuk pengecoran tahap selanjutnya akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 8 Mei 2010. Kegiatan itu sekaligus
untuk menunjukkan kebersamaan warga Griya Melati dalam mewujudkan cita-cita bersama, yakni memiliki masjid yang representative dan multiguna. Maksudnya, selain berfungsi sebagai
tempat ibadah, juga berfungsi untuk syi’ar da’wah Islam lainnya, seperti adanya perpustakaan, TPA, dan sebagainya. Dalam kesempatan ini, seluruh pengurus DKM Nurul Ihsan—khususnya Panitia Pembangunan Masjid Nurul Ihsan—ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga dan semua donator atas dukungannya, baik dana, tenaga maupun pemikiran. Abu Hurairah meriwayatkan Rasulullah SAW bersabda, ”Allah pasti akan membangun sebuah istana di Surga bagi orang yang membangun masjid untuk beribadah dengan harta yang halal. Bahan bangunan Surga itu terdiri dari batu permata dan berlian.” (HR. ath-Tabrani). Hadits lain menyebutkan, “Barangsiapa membangun masjid hanya untuk mencari ridha Allah, niscaya akan dibangunkan istana baginya di Surga.” (HR. Al Bukhari-Muslim). Namun, tentu saja, karena pembangunan masjid belum selesai, Panitia masih membuka pintu lebar bagi seluruh hamba Allah yang ingin mendermakan hartanya untuk membantu pembangunan Masjid Nurul Ihsan. “Sesungguhnya orang-orang muk’min itu adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Kemudian mereka tidak ragu-ragu, dan mereka berjuang dengan harta dan jiwa pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.” (QS Al-Hujarat, 49:15; QS An-Nisaa,4:146).




